Rabu, 12 Oktober 2016

TUGAS KULIAH ARTIKEL TES DAN NON-TES DOSEN Dr. Dirgantara Wicaksono,M.Pd

            ARTIKEL TES DAN NON-TES



        A.  NON TES

             Teknik penilaian non-tes dapat digunakan untuk mengetahui proses dan produk dari hasil belajar peserta didik, misalnya berkaitan dengan kompetensi sikap. Berikut ini beberapa jenis teknik penilaian non-tes.


1. Observasi

    Observasi atau pengamatan adalah teknik penilaian yang dilakukan dengan menggunakan indera secara langsung. Observasi dilakukan dengan menggunakan pedoman observasi yang berisi sejumlah indikator perilaku yang akan diamati (Rosana,2014).

     Berdasarkan kerangka kerjanya, observasi dibedakan menjadi dua jenis yaitu:

1. Observasi berstruktur, yaitu semua kegiatan guru observer telah ditetapkan dahulu berdasarkan kerangka kerja yang berisi faktor-faktor yang telah diatur skenarionya. Isi dan luas materi observasi telah ditetapkan dan dibatasi dengan jelas dan tegas.

2. Observasi tak berstruktur, yaitu semua kegiatan guru sebagai observer tidak dibatasi oleh suatu kerangka kerja yang pasti. Kegiatan observasi hanya dibatasi oleh tujuan itu sendiri.

     Berdasarkan teknis pelaksaannya, observasi dapat ditempuh melalui tiga cara, yaitu:

1. Observasi Langsung, yaitu observasi yang dilakukan secara langsung terhadap objek yang diselidiki.

2. Observasi tak langsung, yaitu observasi yang dilakukan melalui perantara baik teknik maupun alat instrumen.

3. Observasi partisipasi, yaitu observasi yang dilakukan dengan cara ikut ambil bagian atau melibatkan diri dalam situasi objek yang diteliti.


2. Wawancara

      Teknik wawancara pada satu segi mempunyai kesamaan arti dengan tes lisan yang telah diuraikan diatas. Teknik wawancara ini diperlukan pendidik untuk tujuan mengungkapkan atau menanyakan lebih lanjut hal-hal yang kurang jelas informasinya. Teknik wawancara ini dapat pula digunakan sebagai alat untuk menelurusi kesukaran yang dialami peserta didik tanpa ada maksud untuk menilai.

    Wawancara terdiri dari dua jenis, yaitu wawancara langsung dan tidak langsung. Wawancara langsung adalah wawancara yang dilakukan secara langsung antara pewawancara atau guru dengan orang yang diwawancara atau peserta didik tanpa melalui perantara. Wawancara tak langsung adalah pewawancara atau guru menanyakan sesuatu kepada peserta didik melalui perantara orang lain atau media.

    Berdasarakan bentuknya, pertanyaan wawancara dibagi menjadi tiga, yaitu:

1. Bentuk pertanyaan bersturktur, yaitu pertanyaan yang menuntut jawaban agar sesuai dengan apa yang terkandung dalam pertanyaan tersebut. Pertanyaan semacam ini biasanya digunakan jika masalahnya tidak terlalu kompleks dan jawabannya sudah kongkrit.

2. Bentuk pertanyaan tak berstruktur, yaitu pertanyaan yang bersifat terbuka, peserta didik secara bebas menjawab pertanyaan tersebut. Pertanyaan semacam ini tidak memberi strukutur jawaban kepada peserta didik karena jawaban dalam pertanyaan itu bebas.

3. Bentuk pertanyaan campuran, yaitu pertanyaan yang menuntut jawaban campuran, ada yang berstruktur ada yang bebas.


C. Penugasan 

     Penugasan adalah suatu teknik penilaian yang menuntut peserta didik melakukan kegiatan tertentu diluar kegiatan pemebelajaran di kelas. Penugasan dapat diberikan dalam bentuk individual atau kelompok. Penugasan ada yang berupa pekerjaan rumah atau berupa proyek. Pekerjaan rumah adalah tugas yang harus diselesaikan peserta didik diluar kegiatan kelas, misalnya menyelesaikan soal-soal dan melakukan latihan. Proyek adalah suatu tugas yang melibatkan kegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan secara tertulis maupun lisan dalam waktu tertentu dan umumnya menggunakan data lapangan.


D. Penilaian Portofolio

      Penilaian portofolio adalah suatu model penialaian yang bertujuan untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam membangun dan merefleksi suatu tugas atau karya melalui pengumpulan bahan-bahan  relevan dengan tujuan dan keinginan yang dibangun oleh peserta didik, sehingga hasil pekerjaan tersebut dapat dinilai dan dikontari oleh guru dala periode tertentu. Jadi pernilaian portofolio merupakan suatu pendekatan dalam penilaian kinerja peserta didik. Penilaian portofolio dibagi menjadi dua jenis, yaitu portofolio proses dan produk.


1. Portofolio Proses

   yaitu menunjukkan kegiatan pembelajaran untuk mencapai standar kompetensi, kompetensi dasar, dan sekumpulan indikator yang telah ditetapkan dalam kurikulum serta menunjukkan semua hasil dari awal sampai dengan akhir selama kurun waktu tertentu. Contoh portofolio proses yaitu portofolio kinerja (working portofolio) yang digunakan untuk memantau kemajuan atau perkembangan dan menilai peserta didik dalam mengelola kegiatan belajar mereka sendiri. Pada portofolio kerja ini yang dinilai adalah cara kerja dan hasil kerja siswa.

2. Portofolio Produk

       yaitu penilaian ini hanya menekankan pada penugasan dari tugas yang dituntut dalam standar kompetensi, kompetensi dasar dan sekumpulan indikator hasil belajar serta hanya menunjukan evidence paling baik tanpa memperhatikan bagaimana dan kapan evidence tersebut diperoleh.Contoh portofolio produk adalah portofolio penampilan (show portofolio) dsn portofolio dokumentasi (documentary portofolio).

a) Portofolio penampilan 

    digunakan untuk memilih hal-hal yang paling baik yang menunjukan bahan atau pekerjaan terbaik yang dihasilkan oleh siswa.

b) Portofolio dokumentasi 

        adalah seleksi hasil kerja terbaik siswa yang akan diajukan dalam penilaian. Portofolio dokumentasi tidak hanya berisi hasil kerja siswa, tetapi semua proses yang digunakan oleh siswa untuk menghasilkan karya tertentu.


E. Penilaian Diri  

     Penialian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya berkaitan dengan kompetensi yang menjadi tujuan pembelajaran (Rosana,2014).


G. Jurnal 

      Jurnal merupakan catatan pendidik selama proses pembelajaran yang berisi informasi kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkait dengan kinerja ataupun sikap peserta didik yang dipaparkan secara dekriptif. (Rosana,2014). 



     B. TES 

       Sebagai alat pengukur dan penilaian, tes ada beberapa macam model menurut pemakaian beberapa macam model menurut pemakai dan waktu atau kapan digunakannya tes tersebut. Model-model tes tersebut yaitu: a)Tes Seleksi, b) Tes Awal, c) Tes Akhir, d) Tes Diagnostik, e) Tes Formatif, dan f) Tes Sumatif.


1. Tes Seleksi

   Tes seleksi ini jarang lagi kita dengar dalam kehidupan kita sehari-hari. Tes ini juga bisa kita sebut, tes pernyaringan bagi calon siswa tahun ajaran baru yang ingin memasuki suatu lembaga sekolah. Materi tes yang digunakan dalam tes ini melanjutkan ke pendidikan selanjutnya. Misalnya seorang siswa akan melanjutukan studinya di perguruan tinggi IAIN di prodi bahasa arab, maka siswa tersebut akan diberikan ujian atau tes seleksi yang soalnya mengenai bahasa Arab. Apabila nilai yang didapatkannya memenuhi syarat dan nilainya tinggi maka siswa tersebut bisa melanjutkan studinya di IAIN. Tes ini bisa juga kita laksanakan dengan lisan, secara tulis dan secara perbuatan.


2. Tes Awal

   Tes ini juga sering kita dengar dengan istilah pre-test. Tes ini digunakan pada saat akan berlangsungnya penyampaian materi yang akan di ajarkan oleh guru kepada siswa dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana materi atau bahan yang yang akan diajarkan telah dapat dikuasai oleh siswa. Tes ini mengandung makna, yaitu: tes yang dilaksanakan sebelum berlangsungnya proses pembelajaran terjadi. Materi tes yang diberikan dan soalnya mudah-mudah akan tetapi memenuhi pokok pembahasan yang seharusnya soal tentang yang seharusnya materi tersebut telah dikuasai oleh siswa. Contoh soal tentang huruf jarr yang ditanyakan pada mahasiswa bahasa arab semester lima. Tes ini dapat dilakukan dengan tes lisan ataupun tulisan.


3. Tes Akhir

   Tes ini lebih banyak diketahui dengan post-test, tes ini dilaksanakan pada akhir proses pembelajaran suatu materi dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa tentang materi yang dipelajari. Materi tes ini berkaitan dengan materi yang telah diajarkan kepada siswa sebelumnya, terutama materi tentang sub-sub penting supaya guru kita dapat mengetahui mana lebih baik hasil kedua tes tentang pemahaman siswa. Apabila siswa lebih memahami suatu materi etelah proses pembelajaran maka, program pengajaran dinilai berhasil.


4. Tes Diagnostik

  Tes ini adalah tes yang digunakan untuk mengetahui kelemahan-kelamahan siswa sehingga dengan mengetahui kelemahan siswa tersebut, maka kita akan bisa memperlakukan siswa tersebut dengan tepat. Materi tes yang ditanya dalam tes diagnostik biasanya mengenai hal-hal tertentu yang juga merupakan pengalaman sulit bagi siswa. Tes ini dapat dilaksanakan dengan cara lisan, tulisan, atau dengan mengkolabirasi kedua cara tes. Dalam catatan, tes ini hanya untuk memeriksa, jika hasil pemeriksaan tersebut membuktikan kelemahan daya serap siswa maka terhadap suatu pembelajaran. Maka siswa tersebut akan dilakukan pembimbingan secara khusus kepadanya.


5. Tes Formatif

    Tes ini merupakan tes hasil belajar yang tujuannya untuk mengetahui sejauh mana siswa menguasai pelajaran setelah mengikuti proses pembelajaran dalam jangka waktu yang telah ditentukan, tes ini dilaksanakan biasanya di tengah-tengah perjalanan program pembelajaran. Tes ini juga biasanya disebut dengan ujuan harian. Dalam hal ini jika siswa telah menguasai materi tersebut maka guru akan meneruskan materi selanjutnya, jika materi tersebut belum dapat dikuasai menyeluruh maka guru harus mengajarkan bagian materi yang belum dipahami.


6. Tes Sumatif

    Tes ini tidak asing bagi siswa, karena tes ini adalah tes akhir dari program pembelajaran. Tes ini juga bisa disebut dengan EBTA, tes akhir semester, UAN. Tes ini dilaksanakan pada akhir program pembelajaran. Seperti setiap akhir semester, akhir tahun. Materi yang di tes kan adalah materi yang telah diajarkan selama satu semester. Dengan demikian materi ini lebih banyak dari materi tes yang ada pada tes fofmatif. Tes ini biasanya dilakukan dengan cara tulisan, dan biasanya siswa memperoleh soal yang sama satu sama lain. Tes memiliki tingkat tes yang sukar atau lebih berat dari tes formatif. Dengan ada tes ini maka kita bisa menentukan peringkat atau rangking siswa selama program pembelajaran, dan juga tes ini menentukan kelayakan seorang siswa untuk mengikuti program pembelajaran selanjutnya.  

  
           
           
      
      

Tidak ada komentar:

Posting Komentar