Jumat, 23 September 2016

Tugas Mata Kuliah Evaluasi Pembelajaran Oleh Dosen Dr. Dirgantara Wicaksono, M.Pd

      MODEL MODEL EVALUASI PEMBELAJARAN

    Model Evaluasi Pembelajaran merupakan desain evaluasi yang dikembangkan oleh para ahli evaluasi, yang biasanya dinamakan sama dengan pembuatnya, atau tahap evaluasinya.

 1. Model Kirkpatrick

Kirkpatrick, salah seorang ahli evaluasi program training dalam bidang pengembangan sumber daya manusia menawarkan model evaluasi yang diberi nama Kirkpatriks tarining evaluation model, dalam evaluasi ini ada empat level program yaitu: reaction, leraning, behavior and result.

2. Model CIIP

  Konsep evaluasi CIPP (context, Input, Process, and Product) pertama kali ditawarkan oleh                   Stufflebeam pada tahun 1965. sebagai hasil usahanya mengevaluasi The Elementary and Secondary Education Act (ESEA) dengan tujuan perbaikan bukan pembuktian.

3. Model Wheel (Roda) dari Beebe

  Model ini berbentuk roda karena menggambarkan usaha evaluasi yang berkaitan dan berkelanjutan dan satu proses ke proses selanjutnya. Tiga tahap tersebut ialah pembentukan tujuan pembelajaran, penginterpretasian hasil pengukuran, dan penilaian

4. Model Provus (Discrepancy Model)

    Model ini dikembangkan oleh Malcom Provus yang merupakan model evaluasi yang berangkat dari asumsi bahwa untuk mengetahui kelayakan suatu program.

5. Model Stake (Countenance Model)

    Stake menekankan adanya dua dasar kegiatan dalam evaluasi, yaitu: desctription and judgement. Dan membedakan adanya tiga tahap dalam program pendidikan, yaitu: context, process and outcomes.

6. Model Brinkerhoff

    Brinkerhoff dan CS (1983) mengemukakan tiga golongan evaluasi yang disusun berdasarkan               penggabungan elemen-elemen yang sama, seperti evaluator-evaluator lain, namun dalam komposisi dan versi mereka sendiri.

7. Model Tyler

    Model ini dibangun atas dasar dua pemikiran, pertama evaluasi ditunjukan pada tingkah laku peserta didik, dan yang kedua evaluasi harus dilakukan pada tingkah laku awal peserta didik sebelum melaksankan kegiatan pembelajaran dan sesudah melaksanakan kegiatan pembelajaran (hasil).

8. Model Alkin

    Menurut Marvin  Alkin (1969), evaluasi adalah suatu proses untuk menyakinkan keputusan,                mengumpulkan informasi yang tepat, dan menganalisis informasi sehingga dapat disusun laporan bagi pembuat keputusan dalam memilih beberapa alternatif.

9. Illuminative Model (Malcom Parlett dan Hamilton)

    Model ini lebih menekankan pada evaluasi terbuka (open ended). Kegiatan evaluasi dihubungkan dengan learning milieu, dalam konteks sekolah sebagai lingkungan material dan psikososial, dimana guru dan peserta didik dapat berinteraksi. 

Selasa, 20 September 2016

model evaluasi pembelajaran Dr.Dirgantara Wicaksana M.Pd

                                          MODEL MODEL EVALUASI PEMBELAJARAN


    Model Evaluasi Pembelajaran merupakan desain evaluasi yang dikembangkan oleh para ahli               evaluasi, yang biasanya dinamakan sama dengan pembuatnya, atau tahap evaluasinya.

 1. Model Kirkpatrick

Kirkpatrick, salah seorang ahli evaluasi program training dalam bidang pengembangan sumber           daya manusia menawarkan model evaluasi yang diberi nama Kirkpatriks tarining evaluation               model, dalam evaluasi ini ada empat level program yaitu: reaction, leraning, behavior and result.

2. Model CIIP

  Konsep evaluasi CIPP (context, Input, Process, and Product) pertama kali ditawarkan oleh                   Stufflebeam pada tahun 1965. sebagai hasil usahanya mengevaluasi The Elementary and                     Secondary Education Act (ESEA) dengan tujuan perbaikan bukan pembuktian.

3. Model Wheel (Roda) dari Beebe

  Model ini berbentuk roda karena menggambarkan usaha evaluasi yang berkaitan dan berkelanjutan     dan satu proses ke proses selanjutnya. Tiga tahap tersebut ialah pembentukan tujuan pembelajaran,     penginterpretasian hasil pengukuran, dan penilaian

4. Model Provus (Discrepancy Model)

    Model ini dikembangkan oleh Malcom Provus yang merupakan model evaluasi yang berangkat           dari asumsi bahwa untuk mengetahui kelayakan suatu program.

5. Model Stake (Countenance Model)

    Stake menekankan adanya dua dasar kegiatan dalam evaluasi, yaitu: desctription and judgement.         Dan membedakan adanya tiga tahap dalam program pendidikan, yaitu: context, process and                 outcomes.

6. Model Brinkerhoff

    Brinkerhoff dan CS (1983) mengemukakan tiga golongan evaluasi yang disusun berdasarkan               penggabungan elemen-elemen yang sama, seperti evaluator-evaluator lain, namun dalam                     komposisi dan versi mereka sendiri.

7. Model Tyler

    Model ini dibangun atas dasar dua pemikiran, pertama evaluasi ditunjukan pada tingkah laku               peserta didik, dan yang kedua evaluasi harus dilakukan pada tingkah laku awal peserta didik               sebelum melaksankan kegiatan pembelajaran dan sesudah melaksanakan kegiatan pembelajaran         (hasil).

8. Model Alkin

    Menurut Marvin  Alkin (1969), evaluasi adalah suatu proses untuk menyakinkan keputusan,                 mengumpulkan informasi yang tepat, dan menganalisis informasi sehingga dapat disusun laporan       bagi pembuat keputusan dalam memilih beberapa alternatif.

9. Illuminative Model (Malcom Parlett dan Hamilton)

    Model ini lebih menekankan pada evaluasi terbuka (open ended). Kegiatan evaluasi dihubungkan       dengan learning milieu, dalam konteks sekolah sebagai lingkungan material dan psikososial,               dimana guru dan peserta didik dapat berinteraksi.