“BURGER
TEMPE SAMBAL PARE ”
Proposal
Ini disusun Untuk Memenuhi Tugas Kewirausahaan dan Teknopreneur
Dosen Pembimbing : Dr. Dirgantara Wicaksono, M.Pd
Disusun Oleh :
Novi Rosila Wati
Prodi : PGSD
IV
FAKULTAS KEGURUAN
DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH JAKARTA
KAMPUS D BEKASI
2017
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Siapa yang mengenal tempe? Hampir seluruh masyarakat
Indonesia mengenal tempe. Hal ini karena tempe adalah salah satu makanan asli
Indonesia yang kaya akan manfaat. Selain itu, tempe merupakan makanan yang
sangat terjangkau bagi masyarakat. Ditinjau dari segi pembuatannya tempe
tergolong murah dan mudah. Semua ini dikarenakan oleh sumber daya alam
Indonesia yang kaya dan sangat potensial untuk mengasilkan kedelai yang berkualitas
tinggi sebagai bahan baku tempe.
Namun, tak banyak dari masyarakat Indonesia yang tahu
bagaimana cara mengolah tempe menjadi makanan yang beraneka rasa tinggi,
mengunggah selera, cukup murah dan pastinya diminati oleh masyarakat luas.
Sebagian besar masyarakat Indonesia menganggap tempe adalah makanan bagi orang
orang udik saja yang tak bergengsi. Selain itu, cara pengolahan tempe dianggap
tidak bervariatif.
Selama ini, masyarakat pada umumnya hanya tahu bahwa
tempe diolah dengan cara di goreng, ditumis, ataupun dicampur dengan sayuran.
Berangkat dari fakta tersebut, maka saya ingin mengolah tempe dan mengenalkan
pada masyarakat tentang cara lain untuk mengolah tempe menjadi bahan makanan
yang bervariatif, bermanfaat, bergizi dan bernilai jual tinggi sehingga tempe
tidak oleh masyarakat dalam negeri saja melainkan masyarakat luar. Hal ini akan
menjadikan kita merasa bahwa bangsa Indonesia mempunyai cita rasa kuliner yang
begitu enak dan bergizi bahkan terjangkau bagi siapa saja dan juga dapat
memberikan nilai lebih dalam meningkatkan rasa nasionalisme dalam diri kita
sebagai warga negara Indonesia.
B.
Rancangan
Kewirausahaan
Tahap Pemasaran:
Perlu diketahui, Burger Tempe ini adalah jenis makanan
yang siap saji. Jadi, tahap pemasaran telah dilakukan sebelum tahap persiapan
dan pengolahan berlangsung. Ada tiga cara yang dilakukan pada tahap pemasaran
ini, diantaranya: menyebarkan informasi tentang penemuan jenis makanan baru
melalui media pemasaran yang ada, yaitu selebaran (brosur), dan pengumuman dari
mulut ke mulut dan langsung menawarkan kepada teman dekat.
Mendekorasi Rombong tempat berjualan seunik dan semenarik
mungkin agar dapat menarik konsumen. Memberikan hot promosi dengan memberi
potongan harga atau mini sampel kepada konsumen (cara ini dilakukan di hari
pertama pemasaran) sebagai pengenalan produk kepada konsumen.
Tahap Pengolahan:
a.
Mengolah
tempe:
1.
campur tempe, tepung, bawang putih, merica dan telur ayam
menjadi adonan.
2.
Bentuk adonan tersebut sesuai selera anda.
3.
Panaskan dandang, Lapisi sarangan dengan daun pisang.
Letakkan adonan, jangan di tumpuk akan tetapi sejajar.
4.
Kukus adonan tersebut selama kurang lebih 10 menit sampai
terlihat matang.
b.
Membuat
Burger
1.
Panggang roti dalam Oven
2.
Susun burger dengan susunan dari bawah yaitu dengan
meletakkan selada, tomat, bawang bombay, adonan tempe.
3.
Kemudian tutup burger tersebut dengan roti.
4.
Tak lupa tambahkan sambal pare sesuai selera masing
masing.
c.
Membuat
Sambal Pare
1.
Cabe besar 2 ons
2.
Cabe kecil 1 ons
3.
Bawang putih 7 siung
4.
Bawang pre ¼ kg
5.
Bawang bombay 1 buah
6.
Garam
7.
Tomat
8.
Merica
9.
Pare matang
Caranya dengan di blender ataupun di ulek sampai halus
dan merata.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Analisis Swot
SWOT
adalah singkatan dari Strengths (kekuatan), Weakness (kelemahan), opportunities
(peluang), Threats (tantangan). Nah, apa sih yang di maksud analisa swot itu ?
mari kita simak penjelasan berikut ini: Analisa Swot adalah alat yang digunakan
untuk mengidentifikasi isu isu internal dan eksternal yang mempengaruhi
kemampuan kita dalam memasarkan produk kita.
TUJUAN
Dalam
hal ini, saya akan membuat sebuah produk wirasusaha yaitu “BURGER TEMPE SAMBAL
PARE” , Iya dimana bahan bakunya adalah Tempe, roti, mentega, keju, sawi putih,
pare, cabe, tomat, selada, bawang bombay dan bumbu bumbu. Yang biasanya Tempe
itu di goreng, di masak pake kecap, kali ini saya akan mencoba membuat “Burger
Tempe”. Kesempatan kali ini saya akan membuat tempe menjadi lebih enak dan
menarik.
Disini
saya akan mengolah tempe menjadi makanan yang lebih menarik dan cocok untuk
mengganjal perut saat keadaan lapar. Tanpa mengurangi protein yang sudah
terkandung didalam produk tersebut. Selain mengandung protein, produk tersebut
juga mengandung akan banyak manfaat untuk kesehatan tubuh.
Analisa
SWOT tentang berwirausaha dalam produk “BURGER TEMPE SAMBAL PARE”.
1.
Kekuatan
(Streng)
Ø Tanpa bahan pengawet
Ø Produk akan cepat terjual
karena konsumen harus segera membelinya sebelum masa kadaluarsa.
Ø Jika setiap hari orang makan,
maka potensi bisnis kuliner besar sekali bisa didapatkan. Karena besar
kemungkinan makan itu pasti laku.
Ø Adanya akun pribadi
(instagram, bbm,).
Ø Yang paling penting HALAL
2.
Kelemahan
(Weakness)
Ø Kita dituntut harus menjual
produk kita sebelum batas kadaluarsa, jika tidak bisa terjual maka akan rugi.
Ø Akan adanya perebutan
pelanggan.
Ø Rugi dan untung terlihat dalam
sehari, maka jika dalam setiap hari rugi terus maka kita bisa bangkrut.
Ø Harga masih termasuk mahal (15
rb).
3.
Kesempatan
(Opportunities)
Ø Usaha ini dapat memberikan
potensi peluang usaha yang besar bagi masyrakat sekitar.
Ø Dengan menggunakan bahan yang
mudah di dapatkan maka akan semakin mudah untuk orang lain berbisnis.
Ø Dalam bisnis ini juga dapat
bekerja sama dengan orang lain.
4.
Ancaman
(Threats)
Ø Harga bahan pangan yang
semakin meningkat, maka akan membuat harga burger tahu ini akan menjadi lebih
mahal.
Ø Dengan adanya bisnis yg unik
tersebut, maka akan menjadikan adanya pesaing.
Ø Dengan harga yang lumayan
mahal, belum tentu orang orang berminat untuk membelinya.
Hal hal yang akan dilakukan setelah
menganalisis, sebagai berikut:
1. Produk tersebut harus terjamin
halal.
2. Harus mengutamakan bahan
alami, dan bebas dari bahan pengawet.
3. Bisa bekerja sama dengan orang
lain supaya mudah memasarkan produk kita.
4. Harus bisa mengubah harga,
supaya harga tersebut bisa di jangkau oleh masyarakat umum.
5.
Harus
bisa memasarkan produk, sebelum batas kadaluarsa.
B. Rancangan Biaya
Pengeluaran Biaya:
1.
Bahan Habis Pakai
(a)
Tempe Rp. 10.000
(b)
Roti Rp. 50.000
(c)
Mentega Rp. 10.000
(d)
Keju Rp. 30.000
(e)
Tomat Rp. 5.000
(f)
Selada Rp. 5.000
(g)
Bawang bombay Rp. 15.000
(h)
Sawi putih Rp. 20.000
(i)
Tepung roti Rp. 10.000
(j)
Pare Rp. 50.000
(k)
Bumbu bumbu Rp. 10.000
(l)
Kertas pembungkus Rp. 10.000
(m)
Tissue Rp. 10.000
Modal bahan sayuran habis pakai Rp. 295.000
2.
Peralatan penunjang
(a)
Kompor gas Rp. 200.000
(b)
Gas elpiji Rp. 50.000
3.
Peralatan masak
(a)
Wajan Rp. 50.000
(b)
Sutil Rp. 10.000
(c)
Penjepit Rp. 5.000
(d)
Pisau potong roti Rp. 5.000
(e)
Pisau daging Rp. 5.000
(f)
Cetakan tempe Rp. 10.000
(g)
Blender Rp 250.000
(h)
Sendok dan garpu Rp. 20.000
(i)
Oven Rp. 500.000
Modal keseluruhan berkisar Rp. 1.340.000,00.
Keuntungan yang
dapat di ambil dari produk tersebut, ialah:
Harian: bisa mendapatkan berkisar Rp. 500.000, dikurangi modal
Rp. 295.000 jadi, keuntungan menjadi Rp. 205.000.
Mingguan: bisa mendaptkan berkisar Rp. 1.345.000
Bulanan : bisa mendapatkan keuntungan Rp. 6.150.000
Tahunan : bisa mendapatkan keuntungan Rp. 73.800.000.