Rabu, 17 Mei 2017

Dosen Dirgantara Wicaksono, M.Pd Mata Kuliah Kewirausahaan dan Teknouprneur pendidikan "BURGER TEMPE SAMBAL PARE"


“BURGER TEMPE SAMBAL PARE ”
Proposal Ini disusun Untuk Memenuhi Tugas Kewirausahaan dan Teknopreneur
 
Dosen Pembimbing : Dr. Dirgantara Wicaksono, M.Pd

Disusun Oleh          :        Novi Rosila Wati
Prodi                 :              PGSD  IV
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
KAMPUS D BEKASI
2017
BAB I
PENDAHULUAN


A.   Latar Belakang

Siapa yang mengenal tempe? Hampir seluruh masyarakat Indonesia mengenal tempe. Hal ini karena tempe adalah salah satu makanan asli Indonesia yang kaya akan manfaat. Selain itu, tempe merupakan makanan yang sangat terjangkau bagi masyarakat. Ditinjau dari segi pembuatannya tempe tergolong murah dan mudah. Semua ini dikarenakan oleh sumber daya alam Indonesia yang kaya dan sangat potensial untuk mengasilkan kedelai yang berkualitas tinggi sebagai bahan baku tempe.

Namun, tak banyak dari masyarakat Indonesia yang tahu bagaimana cara mengolah tempe menjadi makanan yang beraneka rasa tinggi, mengunggah selera, cukup murah dan pastinya diminati oleh masyarakat luas. Sebagian besar masyarakat Indonesia menganggap tempe adalah makanan bagi orang orang udik saja yang tak bergengsi. Selain itu, cara pengolahan tempe dianggap tidak bervariatif.

Selama ini, masyarakat pada umumnya hanya tahu bahwa tempe diolah dengan cara di goreng, ditumis, ataupun dicampur dengan sayuran. Berangkat dari fakta tersebut, maka saya ingin mengolah tempe dan mengenalkan pada masyarakat tentang cara lain untuk mengolah tempe menjadi bahan makanan yang bervariatif, bermanfaat, bergizi dan bernilai jual tinggi sehingga tempe tidak oleh masyarakat dalam negeri saja melainkan masyarakat luar. Hal ini akan menjadikan kita merasa bahwa bangsa Indonesia mempunyai cita rasa kuliner yang begitu enak dan bergizi bahkan terjangkau bagi siapa saja dan juga dapat memberikan nilai lebih dalam meningkatkan rasa nasionalisme dalam diri kita sebagai warga negara Indonesia.








B.   Rancangan Kewirausahaan

Tahap Pemasaran:

Perlu diketahui, Burger Tempe ini adalah jenis makanan yang siap saji. Jadi, tahap pemasaran telah dilakukan sebelum tahap persiapan dan pengolahan berlangsung. Ada tiga cara yang dilakukan pada tahap pemasaran ini, diantaranya: menyebarkan informasi tentang penemuan jenis makanan baru melalui media pemasaran yang ada, yaitu selebaran (brosur), dan pengumuman dari mulut ke mulut dan langsung menawarkan kepada teman dekat.

Mendekorasi Rombong tempat berjualan seunik dan semenarik mungkin agar dapat menarik konsumen. Memberikan hot promosi dengan memberi potongan harga atau mini sampel kepada konsumen (cara ini dilakukan di hari pertama pemasaran) sebagai pengenalan produk kepada konsumen.              

            Tahap Pengolahan:

a.    Mengolah tempe:

1.    campur tempe, tepung, bawang putih, merica dan telur ayam menjadi adonan.    
2.    Bentuk adonan tersebut sesuai selera anda.
3.    Panaskan dandang, Lapisi sarangan dengan daun pisang. Letakkan adonan, jangan di tumpuk akan tetapi sejajar.
4.    Kukus adonan tersebut selama kurang lebih 10 menit sampai terlihat matang.

b.    Membuat Burger

1.    Panggang roti dalam Oven
2.    Susun burger dengan susunan dari bawah yaitu dengan meletakkan selada, tomat, bawang bombay, adonan tempe.
3.    Kemudian tutup burger tersebut dengan roti.
4.    Tak lupa tambahkan sambal pare sesuai selera masing masing.

c.    Membuat Sambal Pare

1.    Cabe besar 2 ons
2.    Cabe kecil 1 ons
3.    Bawang putih 7 siung
4.    Bawang pre ¼ kg
5.    Bawang bombay 1 buah
6.    Garam
7.    Tomat
8.    Merica
9.    Pare matang
Caranya dengan di blender ataupun di ulek sampai halus dan merata.
  

BAB II
PEMBAHASAN


A.   Analisis Swot

SWOT adalah singkatan dari Strengths (kekuatan), Weakness (kelemahan), opportunities (peluang), Threats (tantangan). Nah, apa sih yang di maksud analisa swot itu ? mari kita simak penjelasan berikut ini: Analisa Swot adalah alat yang digunakan untuk mengidentifikasi isu isu internal dan eksternal yang mempengaruhi kemampuan kita dalam memasarkan produk kita.

TUJUAN

Dalam hal ini, saya akan membuat sebuah produk wirasusaha yaitu “BURGER TEMPE SAMBAL PARE” , Iya dimana bahan bakunya adalah Tempe, roti, mentega, keju, sawi putih, pare, cabe, tomat, selada, bawang bombay dan bumbu bumbu. Yang biasanya Tempe itu di goreng, di masak pake kecap, kali ini saya akan mencoba membuat “Burger Tempe”. Kesempatan kali ini saya akan membuat tempe menjadi lebih enak dan menarik.

Disini saya akan mengolah tempe menjadi makanan yang lebih menarik dan cocok untuk mengganjal perut saat keadaan lapar. Tanpa mengurangi protein yang sudah terkandung didalam produk tersebut. Selain mengandung protein, produk tersebut juga mengandung akan banyak manfaat untuk kesehatan tubuh.  

Analisa SWOT tentang berwirausaha dalam produk “BURGER TEMPE SAMBAL PARE”.

1.    Kekuatan (Streng)

Ø  Tanpa bahan pengawet
Ø  Produk akan cepat terjual karena konsumen harus segera membelinya sebelum masa kadaluarsa.
Ø  Jika setiap hari orang makan, maka potensi bisnis kuliner besar sekali bisa didapatkan. Karena besar kemungkinan makan itu pasti laku.
Ø  Adanya akun pribadi (instagram, bbm,).
Ø  Yang paling penting HALAL

2.    Kelemahan (Weakness)

Ø  Kita dituntut harus menjual produk kita sebelum batas kadaluarsa, jika tidak bisa terjual maka akan rugi.
Ø  Akan adanya perebutan pelanggan.
Ø  Rugi dan untung terlihat dalam sehari, maka jika dalam setiap hari rugi terus maka kita bisa bangkrut.
Ø  Harga masih termasuk mahal (15 rb).

3.    Kesempatan (Opportunities)

Ø  Usaha ini dapat memberikan potensi peluang usaha yang besar bagi masyrakat sekitar.
Ø  Dengan menggunakan bahan yang mudah di dapatkan maka akan semakin mudah untuk orang lain berbisnis.
Ø  Dalam bisnis ini juga dapat bekerja sama dengan orang lain.

4.    Ancaman (Threats)

Ø  Harga bahan pangan yang semakin meningkat, maka akan membuat harga burger tahu ini akan menjadi lebih mahal.
Ø  Dengan adanya bisnis yg unik tersebut, maka akan menjadikan adanya pesaing.
Ø  Dengan harga yang lumayan mahal, belum tentu orang orang berminat untuk membelinya.
          
   Hal hal yang akan dilakukan setelah menganalisis, sebagai berikut:

1.    Produk tersebut harus terjamin halal.
2.    Harus mengutamakan bahan alami, dan bebas dari bahan pengawet.
3.    Bisa bekerja sama dengan orang lain supaya mudah memasarkan produk kita.
4.    Harus bisa mengubah harga, supaya harga tersebut bisa di jangkau oleh masyarakat umum.
5.    Harus bisa memasarkan produk, sebelum batas kadaluarsa.





B.   Rancangan Biaya

Pengeluaran Biaya:

1.    Bahan Habis Pakai

(a)  Tempe Rp. 10.000
(b)  Roti Rp. 50.000
(c)  Mentega Rp. 10.000
(d)  Keju Rp. 30.000
(e)  Tomat Rp. 5.000
(f)   Selada Rp. 5.000
(g)  Bawang bombay Rp. 15.000
(h)  Sawi putih Rp. 20.000
(i)    Tepung roti Rp. 10.000
(j)    Pare Rp. 50.000
(k)  Bumbu bumbu Rp. 10.000
(l)    Kertas pembungkus Rp. 10.000
(m) Tissue Rp. 10.000
Modal bahan sayuran habis pakai Rp. 295.000

2.    Peralatan penunjang

(a)  Kompor gas Rp. 200.000
(b)  Gas elpiji Rp. 50.000

3.    Peralatan masak

(a)  Wajan Rp. 50.000
(b)  Sutil Rp. 10.000
(c)  Penjepit Rp. 5.000
(d)  Pisau potong roti Rp. 5.000
(e)  Pisau daging Rp. 5.000
(f)   Cetakan tempe Rp. 10.000
(g)  Blender Rp 250.000
(h)  Sendok dan garpu Rp. 20.000
(i)    Oven Rp. 500.000
Modal keseluruhan berkisar Rp. 1.340.000,00.





Keuntungan yang dapat di ambil dari produk tersebut, ialah:

Harian: bisa mendapatkan berkisar Rp. 500.000, dikurangi modal Rp. 295.000 jadi, keuntungan menjadi Rp. 205.000.  

Mingguan: bisa mendaptkan berkisar Rp. 1.345.000

Bulanan : bisa mendapatkan keuntungan Rp. 6.150.000


Tahunan : bisa mendapatkan keuntungan Rp. 73.800.000.   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar